Main Article Content

Abstract

Mengacu pada defect report terdapat beberapa kasus kerusakan komponen Auxiliary Power Unit (APU). Salah satu komponen APU yang rusak adalah exciter. Exciter adalah salah satu bagian dari generator yang berfungsi sebagai penguat arus listrik. Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan exciter sehingga banyak cara yang dilakukan untuk pencegahannya. Metode yang digunakan untuk mencari kemungkinan penyebab kerusakan dan persentase dari faktor penyebab kerusakan tersebut dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Fault Tree Analysis adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi resiko yang berperan terhadap terjadinya kegagalan. Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat top down, yang diawali dengan asumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak (Top Event) kemudian merinci sebab-sebab suatu Top Event sampai pada suatu kegagalan dasar (root cause). Hasilnya adalah terdapat 10 faktor penyebab kerusakan dengan metode analisa kualitatif dan mendapat angka 0,364 kemungkinan terjadinya dengan metode analisa kuantitatif.

Keywords

exciter APU 131-9B Fault Tree Analysis (FTA) Boolean Algebra

Article Details

How to Cite
M. Alvin Yulizar, Tri Susilo, & Aprilia Sakti K. (2017). Studi Exciter APU 131-9B Problem pada Pesawat Boeing 737-NG dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis. Jurnal Teknologi Kedirgantaraan, 2(1), 43-46. https://doi.org/10.35894/jtk.v2i1.200

References

  1. Pandey, M. 2005. “Engineering and Sustainable Development: Fault Tree Analysis”. Waterloo : University of Waterloo.
  2. Stamatelatos, Michael. 2002. “Fault Tree Handbook with Aerospace Application.” Washington D.C.
  3. Vesely, W. E, Goldberg,F. F, Roberts, N. H, Haasl, D. F. 1981. “Fault Tree Handbook”. Washington D.C. : U.S. Nuclear Regulatory Commision.
  4. Rosen, Kenneth H. 2003. "Discrete Mathematics and Its Application". New York: McGraw-Hill.
  5. Henley, E.J. dan H. Kumamoto. 1996. "Probabilistic Risc Assessment and Management For Engineers And Scientists." 2nd edition. New York: IEEE Press.
  6. Lipschutz, Seymour dan Marc Lars Lipson. 1992. "2000 Solved Problem in Discrete Mathematics". New York : McGraw-Hill.
  7. Wulandari, Trisya, 2011. “Analisa Kegagalan Sistem Dengan Fault Tree”, skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.
  8. _____.”Technical specification”. 2016. http://www.b737.org.uk/techspecsdetailed.htm, Diakses pada: 5 Oktober 2016
  9. Raharjo,Alip."Ignition Coil". 2016. https://belajar.kemdikbud.go.id.Diakses pada: 25 Juli 2016
  10. Priyanta, Dwi. 2000. “Keandalan dan Perawatan : Modul 1 Probabilitas”. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember .
  11. BOEING. 2016. “Aircraft Maintenance Manual B737-600/700/800/900 Chapter 49”
  12. Honeywell.“ComponentMaintenanceManualIgnitionExciter”
  13. BOEING. 2016. Fault Isolation Manual B737-600/700/800/900 Chapter 49
  14. BOEING. Training Manual B737-600/700/800/900 Chapter 49
  15. Honeywell. 2015. Engine Manual APU 131-9[B]
  16. ______, 2010, Next-Generation 737; http://www.boeing.com/commercial/customers/garuda-indonesia/#/737ng, 'Diakses pada: 5 Oktober 2016