Main Article Content
Abstract
Dalam tingkatan perindustrian, industri terbesar yang mungkin dibangun adalah industri berbasis riset. Sementara di lain pihak, sebagian riset yang dilakukan di perguruan tinggi tidak dapat terealisasi dalam skala industri yang diharapkan. Titik temu antara keduanya adalah jika komunikasi dan kerjasama perguruan tinggi dengan industri diperbaiki dan ditingkatkan. Sebagai upaya meningkatkan komunikasi dan kerja sama ini, sejak tahun 2014, Fakultas Teknologi Kedirgantaraan, Universitas Suryadarma (dalam proses perubahan nama menjadi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma) melakukan beberapa pendekatan baik ke pihak industri maupun profesi. Untuk menggerakkan triple helix teknologi kedirgantaraan, dalam upaya tersebut dilibatkan juga pihak pemerintah sebagai regulator mendampingi proses ini. Kerja sama yang sudah dan sedang dilakukan adalah (i) dengan Learning Services, Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia untuk menyesuaikan kurikulum program studi di Fakultas Teknologi Kedirgantaraan dengan kebutuhan industri penerbangan, didahului dengan riset studi kurikulum dengan regulator Kementerian Perhubungan dan acuan KKNI dan SNPT; (ii) dengan industri pembuatan pesawat tanpa awak, didahului dengan riset rancang bangun; (iii) dengan industri hovercraft, didahului dengan riset rancang bangun; (iv) dengan lembaga sertifikasi profesi aviasi untuk mendukung riset dan industri dalam hal kompetensi pelaksananya dengan regulator BNSP. Budaya riset yang diaplikasikan dalam industri ini dapat menyelesaikan beberapa masalah yang muncul dari ketidakselarasan antara dunia pendidikan tinggi dan industri, khususnya teknologi kedirgantaraan
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
- Etzkowitz, Henry and Loet Leydesdorff. 1995. The Triple Helix: University - Industry - Government Relations
- Available : http://dare.uva.nl/document/2/935
- Ranga, Marina and Henry Etzkowitz. 2013. Triple Helix Systems: ananalytical framework forinnovation policy andpractice in the KnowledgeSociety
- Available : http://www.academia.edu/4807351/Ranga_M._and_H._Etzkowitz_2013_Triple_Helix_Systems_An_Analytical_Framework_for_Innovation_Policy_and_Practice_in_the_Knowledge_Society_Industry_and_Higher_Education_27_4_237-262
- Program Studi Teknik Aeronautika, Universitas Suryadarma. 2012. Borang Akreditasi Program Studi Teknik Aeronautika. Jakarta.
- Kusumalestari, Aprilia Sakti and Andi Fakhrurrozi. 2014. Aeronautical Engineering Diploma Curriculum Program for Basic Aircraft Maintenance to Answer the Demand of Aircraft Maintenance Technician in Indonesia. Proceeding of International Conference for Engineering, Technology and Applied Business 2014. Batam, Indonesia.
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 73 tahun 2013 tentang Implementasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
- Badan Nasional Sertifikasi Profesi. 2015. Rancangan Skema Sertifikasi Profesi Aviasi.
References
Etzkowitz, Henry and Loet Leydesdorff. 1995. The Triple Helix: University - Industry - Government Relations
Available : http://dare.uva.nl/document/2/935
Ranga, Marina and Henry Etzkowitz. 2013. Triple Helix Systems: ananalytical framework forinnovation policy andpractice in the KnowledgeSociety
Program Studi Teknik Aeronautika, Universitas Suryadarma. 2012. Borang Akreditasi Program Studi Teknik Aeronautika. Jakarta.
Kusumalestari, Aprilia Sakti and Andi Fakhrurrozi. 2014. Aeronautical Engineering Diploma Curriculum Program for Basic Aircraft Maintenance to Answer the Demand of Aircraft Maintenance Technician in Indonesia. Proceeding of International Conference for Engineering, Technology and Applied Business 2014. Batam, Indonesia.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 73 tahun 2013 tentang Implementasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi. 2015. Rancangan Skema Sertifikasi Profesi Aviasi.
