Analisis Numerik Penyerapan Energi pada Sabot untuk Pengujian Bird Strike

Authors

  • Riskha Agustianingsih Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
  • Sahril Afandi Sitompul
  • Endah Yuniarti
  • Rizky fitriansyah
  • Agus Bayu

DOI:

https://doi.org/10.35894/jtk.v5i2.7

Keywords:

Kata Kunci: Bird Strike, Sabot, Energy Absorber, Impact, AA6061-T6, S355, AISI 1340.

Abstract

abstrak - Pengujian Bird Strike dilakukan menggunakan alat SHPB (Split Hopkinson Pressure Bar) yang menembakkan sabot (wadah burung). Pada ujung alat SHPB, sabot akan dihentikan oleh stopper sehingga burung akan terlepas dan meluncur dengan bebas hingga mengalami tumbukan dengan komponen uji. Sabot harus memaksimalkan kecepatan burung ketika keluar (terlepas dari sabot). Berdasarkan persamaan impuls dan momentum, hal ini dapat diperoleh dengan meminimalkan waktu tumbukan sehingga gaya impulsnya akan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu tumbukan, pola grafik Energy Absorption (EA), Peak Crushing Force (PCF), dan Mean Crushing Force (MCF). Dari parameter tersebut, maka diperoleh sabot yang diinginkan berdasarkan waktu tumbukan tersingkat, PCF dan MCF tertinggi, serta EA terendah. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak elemen hingga (Abaqus CAE) berdasarkan variasi material (AA6061-T6, S355, dan AISI 1340) sabot. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh bahwa waktu tumbukan paling singkat dimiliki variasi material AISI 1340 dengan nilai 0.00071 s. EA terendah untuk variasi material dimiliki oleh AISI 1340, yaitu sebesar 2.51 kJ. PCF tertinggi untuk variasi material dimiliki oleh material AISI 1340, yaitu 466 kN. Ditentukan bahwa berdasarkan nilai waktu (t) paling singkat, PCF, MCF paling tinggi, dan EA paling rendah, maka diperoleh material AISI 1340 sebagai material yang diinginkan karena paling berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan burung setelah keluar dari sabot.

Published

2020-08-22 — Updated on 2020-08-30

Versions